Facebook Twitter
Welcome to idebangga.blogspot.com, enjoy blogging and leave comment :)
Jumat, 30 November 2012

0
Mengenal Batik, Mengenal Indonesia

Ditulis oleh Bangga Hana Pramana | Label:

Sesudah UNESCO menetapkan Batik sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia, siapapun yang mendengar kata “batik”, sudah pasti akan mengaitkannya dengan Indonesia. Batik memang bukan hanya selembar kain. Dia adalah lambing kebudayaan dan peradaban, yang perlu kita pelajari filosofi dan sejarahnya.
Kata "batik" berasal dari gabungan dua kata bahasa Jawa: "amba", yang bermakna "menulis" dan "titik" yang bermakna "titik". Salah satu cara pembuatannya memang memakai bahan lilin malam yang dituliskan dengan pelan-pelan, dengan membuat titik-titik pada pola kain. Sekarang, batik sudah dipatenkan menjadi warisan budaya dunia dari Indonesia sesudah UNESCO menetapkannya menjadi Warisan Kemanusiaan untuk budaya Lisan dan Tak Benda (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober 2009 lalu.

Sejarah Batik
Batik adalah kerajinan dengan nilai seni tinggi dan sudah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak jaman dulu. Perempuan-perempuan Jawa di masa itu memanfaatkan keterampilan membatik sebagai sumber penghasilan, sehingga di masa itu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan.

Tapi sejak ditemukannya "Batik Cap", pekerjaan membatik juga dilakukan oleh laki-laki. Waktu itu, di beberapa daerah pesisir, pekerjaan membatik adalah lazim bagi kaum lelaki. Tradisi membatik awalnya tradisi turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif bisa dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik bisa menunjukkan status seseorang. Bahkan sampai sekarang, beberapa motif batik tadisional hanya dipakai keluarga ningrat kraton Yogyakarta dan Surakarta.

Teknik Pewarnaan Batik
Teknik pewarnaan kain Batik menggunakan lilin malam. Seni pewarnaan kain dengan teknik ini adalah salah satu bentuk seni kuno. Penemuan di Mesir menunjukkan kalau teknik ini sudah dikenal sejak abad ke-4 SM. Waktu itu ditemukan kain pembungkus mumi yang juga dilapisi malam untuk membentuk pola. Di Asia, teknik seperti batik juga diterapkan di China, India, dan Jepang. Sementara di Indonesia, batik dipercaya sudah ada sejak zaman Majapahit, dan menjadi sangat populer akhir abad 18. Batik yang dihasilkan semuanya batik tulis. Sementara batik cap baru dikenal sesudah Perang Dunia I atau sekitar tahun 1920-an.
Dalam literatur Eropa, teknik batik pertama kali diceritakan dalam buku History of Java (London, 1817) tulisan Sir Thomas Stanford Raffles. Sewaktu dipamerkan di Paris pada tahun 1900, batik Indonesia memukau publik dan seniman. Batik juga pertama kali resmi diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden Soeharto, yang waktu itu memakai batik di Konferensi PBB.

Batik Masa Kini
Awalnya, batik mempunyai ragam corak dan warna yang terbatas, dan beberapa corak hanya boleh dipakai kalangan tertentu. Tapi batik pesisir menyerap berbagai pengaruh luar, seperti para pedagang asing. Batik tradisional tetap mempertahankan coraknya, dan masih dipakai dalam upacara-upacara adat, karena biasanya masing-masing corak memiliki perlambangan masing-masing.
Dulu, baju batik sering dipakai di acara resmi untuk menggantikan jas. Tetapi dalam perkembangannya, batik juga dipakai sebagai pakaian resmi siswa sekolah dan pegawai negeri yang memakai seragam batik pada hari Jumat. Sekarang, batik mulai bergeser menjadi pakaian sehari-hari.
Pegawai swasta biasanya memakai batik pada hari kamis atau jumat. Anak mudapun sudah gemar memakai batik dan tidak lagi menganggap batik sebagai sesuatu yang kuno. Batik sekarang memang sudah identik dengan Indonesia. Mengenal batik, ya mengenal Indonesia.

Jika menurut Anda Artikel ini bermanfaat, bagikan ke:

Baca juga:

0 komentar: — Skip to Comment.

Posting Komentar — or Back to Content