Facebook Twitter
Welcome to idebangga.blogspot.com, enjoy blogging and leave comment :)
Minggu, 25 November 2012

0
Budaya Asing: Foot Binding, Tradisi China yang Menyakitkan

Ditulis oleh Bangga Hana Pramana | Label:



Di seluruh dunia, selalu ada tradisi unik yang berakar pada budaya di tiap-tiap daerah. Salah satu budaya asing yang terkenal misalnya foot binding di China. Dalam tradisi ini, kaki anak wanita diikat (binding) dengan ketat. Tujuannya agar pertumbuhan kakinya dapat dihambat. Bahkan, berhenti sama sekali.

Bagi orang China, kaki wanita akan dinilai indah dan cantik bila berukuran (super) kecil. Oleh karena itu, tradisi ini tumbuh subur di kalangan wanita-wanita bangsawan di istana.

 

Latar Belakang

Dalam bahasa China, pengikatan kaki disebut chanzu, tetapi banyak juga yang menyebutnya jinlian yang artinya 'bunga lotus emas'. Hal tersebut disebabkan kaki wanita yang diikat akan menyerupai bunga lotus yang belum mekar.

Ukuran kaki wanita ideal bagi mereka adalah bila berukuran kurang lebih 12 cm sampai 15 cm saja. Kaki yang sempurna adalah kaki yang ukurannya 7,5 cm. Kaki tersebut akan mendapat julukan sancun jinlian, atau golden lotus atau teratai emas.

Tidak ada catatan resmi sejak kapan tradisi ini dimulai. Yang ada hanya cerita rakyat dan legenda yang menceritakan bagaimana tradisi aneh ini dimulai.

Namun, ada sedikit catatan yang menuliskan bahwa tradisi ini mulai dikenalkan pada masa Dinasti Tang/Tangchao (618-907) di abad ke-10. Lalu, mulai menyebar pada zaman Dinasti Song (960-1297), namun sebatas di kalangan wanita bangsawan.

Tradisi ini mulai dikenal luas dan diikuti oleh semua lapisan masyarakat pada zaman Dinasti Ming (1368-1644) dan Dinasti Qing (1644-1911) hingga akhirnya mulai dilarang saat Revolusi Sun Yat Sen pada 1911.

Meskipun demikian, ada juga kelompok yang menghindari tradisi ini, seperti etnik Manchu dan Hakka. Mereka menghindari tradisi ini bukan karena alasan kemanusiaan, melainkan karena mereka kelompok paling miskin dalam kasta sosial China, sedangkan foot binding identik dengan kalangan istana. Akibat tradisi ini, lebih dari satu milyar wanita China telah menjadi korbannya.

 

 

Proses Pengikatan

Sejak si gadis kecil berusia 2 tahun, proses pengikatan sudah bisa dimulai. Untuk masyarakat desa, biasanya pengikatan baru dimulai pada usia 13 tahun karena mereka harus membantu orang tua untuk mengurus sawah dan perkebunan.

Namun, tidak ada yang memulainya di atas usia 13 tahun karena tulang kaki sudah menjadi tulang keras yang sulit dibentuk. Berbeda dengan usia di bawah 13 tahun yang tulang kakinya masih merupakan tulang rawan.

Adapun tahapan pelaksanaannya adalah sebagai berikut.

1. Perendaman

Proses pengikatan dimulai dengan merendam kaki dengan campuran air panas, darah hewan, dan berbagai ramuan tumbuh-tumbuhan, dengan tujuan untuk melembutkan kulit.

Namun, ada juga yang memasukkan kaki ke dalam perut domba. Kemudian, dibiarkan selama kurang lebih dua jam dengan tujuan yang sama.

2. Pengikatan

Proses pengikatan dimulai dengan menyiapkan sepatu berbahan kain merah (simbol keberuntungan). Panjang sepatu kain tersebut ± 4-7 cm. Pemakaian sepatu ini harus melalui upacara keagamaan yang dilakukan di musim gugur agar pada musim dingin nanti kaki menjadi mati rasa.

3. Pemijatan

Setelah kaki direndam, proses selanjutnya adalah pemijatan. Kaki dipijat dan digosok dengan tujuan untuk menghilangkan kulit mati dan untuk mencegah timbulnya infeksi kuku kaki dipotong sependek mungkin.

4. Pemberian Tawas

Pemberian tawas dimaksudkan agar jaringan kulit dan pembuluh darah mengerut. Tawas disebar di antara jari-jari kaki. Adanya tawas juga dapat mengurangi risiko pendarahan dan pembusukan akibat keringat.

5. Pembalutan

Kain yang akan digunakan direndam terlebih dahulu dalam darah ataupun ramuan tumbuh-tumbuhan, sama seperti saat merendam kaki. Saat kain masih basah, segera balutkan ke empat jari kaki dan lipat ke arah telapak kaki. Kemudian, pembalut ditarik kearah berlawanan menuju tumit sehingga menekan tumit dan jari-jari kaki secara bersamaan. Ketika pembalut kering, ikatan kaki akan menjadi semakin erat.

6. Penjahitan

Terakhir adalah proses penjahitan. Kain yang telah membungkus kaki diikat di beberapa tempat. Maksudnya agar mencegah terurainya kain dan ikatannya.

Setiap dua atau tiga hari sekali, ikatan akan dibuka, kaki akan dicuci dan dipakaikan tawas. Kemudian, diikat kembali dengan lebih erat. Agar mendapatkan hasil sempurna, si gadis kecil dipakaikan sepatu khusus dan dipaksa untuk berjalan berkeliling.Tradisi yang aneh dan menyakitkan bukan?

Jika menurut Anda Artikel ini bermanfaat, bagikan ke:

Baca juga:

0 komentar: — Skip to Comment.

Posting Komentar — or Back to Content