Facebook Twitter
Welcome to idebangga.blogspot.com, enjoy blogging and leave comment :)
Senin, 03 Desember 2012

0
Wujud dan Pengaruh Kebudayaan di Lima Benua

Ditulis oleh Bangga Hana Pramana | Label:

Budaya atau kebudayan itu apa sih? Meski kita sering mendengar kata itu, namun bila disuruh mengartikannya banyak yang tidak bisa. Mungkin kita hanya bisa berpikir bila segala hal yang indah seperti seni tari, nyanyian, musik, sastra, ukiran atau bentuk seni lainnya adalah hasil dari suatu budaya. Padahal makna dari budaya tidak sesempit itu. Budaya mempunyai arti yang sangat luas.
Kebudayaan secara harfiah mempunyai arti suatu cara hidup suatu kelompok masyarakat yang menurut pendapat mereka punyai nilai yang lebih tinggi dari yang lain. Mengapa mereka menganggap atau berpikir bila cara hidup mereka punya nilai yang lebih tinggi? Jawabannya tidak hanya satu. Karena hal tersebut berhubungan dengan banyak unsur serta pengaruh. Diantaranya adalah agama, politik, adat yang turun temurun, sosial, geografis, ekonomi, pendidikan dan lain-lain.
Jadi kebudayaan itu juga bisa diartikan sebagai sistem kehidupan yang dianut secara menyeluruh yang bersifat sangat komplek dan luas. Banyak aspek yang mempengaruhi sekaligus menentukan perilaku dari suatu komunitas kehidupan. Komunitas ini memiliki pedoman tersendiri sehingga bisa saling menyatu dalam suatu hubungan dengan tujuan untuk mendapatkan rasa harga diri yang tinggi diantara mereka. Hal ini akan menimbulkan rasa nyaman.

Wujud Kebudayaan
Setiap kehidupan suatu komunitas selalu mempunyai wujud kebudayaan yang menurut J.J. Hoenigman seorang ahli budaya terbagi dalam tiga besar, yaitu :
  • Gagasan atau wujud ideal, yaitu kebudayaan yang berwujud pada ide, nilai-nilai, norma peraturan dan sebagainya yang bersifat abstrak atau tidak bisa diraba.
  • Aktivitas atau tindakan. Aktivitas adalah salah satu bentuk kebudayaan yang terwujud dalam suatu tindakan. Hal ini sering disebut sebagai sistem sosial. Adapun jenisnya antara lain kegiatan manusia yang saling berinteraksi dan mengadakan komunikasi serta pergaulan menurut aturan atau adat yang telah ditetapkan.
  • Karya atau artefak. Dalam suatu aktivitas, manusia bisa menghasilkan karya yang bisa dilihat dan diraba karena wujudnya berupa fisik yang bisa didokumentasikan. Wujud ini mempunyai sifat yang paling kongkrit diantara dua wujud kebudayaan yang nomor satu dan dua.
Pengaruh Kebudayaan di Lima Benua
Banyak penemuan-penemuan hasil karya manusia yang mendorong mereka untuk bermigrasi dari satu daerah ke daerah lain. Hal ini secara langsung maupun tidak langsung juga ikut memberi pengaruh pada kebudayaan di mana mereka tinggal di tempat yang baru.
Hal ini mangakibatkan tercampurnya antara kebudayaan asli serta yang dibawa oleh manusia pendatang. Semua ini bisa dilihat di lima benua di dunia.
  • Afrika. Kebudayaan di benua hitam ini banyak mendapat pengaruh dari Eropa akibat sistem penjajahan yang lama. Ini terjadi terutama di Afrika bagian Sub-Sahara. Sedangkan di daerah Afrika Utara banyak mendapat pengaruh Arab dan Islam.
  • Australia. Bangsa asli dari benua ini adalah aborigin. Setelah kedatangan bangsa Eropa dan Amerika kebudayaan aslinya juga mendapat pengaruh dari kedua bangsa ini.  Selanjutnya mereka saling mengintegrasi sesuai dengan lingkungan  dan keadaaan serta kondisi yang ada. 
  • Eropa. Selain memberi pengaruh pada daerah jajahannya, kebudayaan Eropa mendapat pengaruh juga dari daerah yang menjadi koloninya. Jadi di sini terjadi saling silang mempengaruhi. Selain itu kebudayaan di benua biru ini juga banyak mendapat pengaruh dari Yunani dan Romawi kuno serta agama Kristen.
  • Asia. Sebagai benua terbesar, Asia paling banyak mempunyai jenis kebudayaan. Namun pengaruh yang paling menonjol adalah dari Cina. Terutama di negeri Jepang, Korea dan Vietnam. Sedangkan di daerah Asia Timur banyak mendapat pengaruh dari ajaran Budha. Lalu di Asia Tenggara dan Selatan agama Islam punya pengaruh yang cukup besar juga. 
  • Amerika. Kebudayaan Amerika tentu saja paling banyak dipengaruhi oleh penduduk asli Amerika sendiri, yaitu suku Indian. Namun dalam perkembangannya, setelah kedatangan imigran yang kebanyakan dari Eropa dan budak Afrika, budaya asli Amerika kurang memberi pengaruh pada adat dan norma yang sekarang dijalani oleh penduduk benua ini.
(anneahira.com)
Jika menurut Anda Artikel ini bermanfaat, bagikan ke:

Baca juga:

0 komentar: — Skip to Comment.

Posting Komentar — or Back to Content